Get paid To Promote at any Location

Jumat, 11 Maret 2011

Yudhoyono Menyalahgunakan Kekuasaan (wikileaks)

Setelah beberapa bulan yang lalu wikileaks menjadi pemberitaan media massa khususnya media massa di Indonesia terkait penangkapan Julian Assenge, kini wikileaks kembali menjadi topik pembahasan. Wikileaks adalah sebuah situs yang berisi tentang dokumen rahasia dari berbagai negara terkait pelanggaran, konspirasi, dan banyak lagi yang bersifat rahasia. Bahkan dokumen sekaliber FBI yang masuk dalam daftar top secretpun dipublikasikan dan bisa diakses secara bebas.




Koran harian "The Age" yang berbasis di Australia memberitakan tentang penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh presiden Yudhoyono. "Yodhoyono abused power" dipilih menjadi judul dari berita tersebut. Dalam berita tersebut, beberapa poin dituliskan. Antara lain:
  1. Yudhoyono secara pribadi telah campur tangan untuk memengaruhi jaksa dan hakim demi melindungi tokoh-tokoh politik korup dan menekan musuh-musuhnya serta menggunakan badan intelijen negara untuk memata-matai saingan politiknya.
  2. mantan wakil presiden Jusuf Kalla pada Desember 2004 dilaporkan telah membayar jutaan dollar AS sebagai uang suap agar bisa memegang kendali atas Partai Golkar. 
  3. istri Presiden, Kristiani Herawati, dan keluarga dekatnya ingin memperkaya diri melalui koneksi politik mereka.
  4. SBY memerintahkan kepada jaksa agung tindak pidana khusus (Hendarman Supanji) untuk menghentikan kasus terkait dengan Taufik Kiemas. Yaitu dengan menghentikan upaya penuntutan terhadap Taufik Kiemas untuk apa yang para diplomat AS gambarkan sebagai "korupsi selama masa jabatan istrinya".

Terkait pemberitaan tersebut, Dr. A.M Hendropriyono, mantan ketua Badan Inteligen Negara (BIN) menanggapi melalui wawancara di salah satu stasiun televisi swasta bahwa BIN dibentuk sebagai alat negara, bukan untuk kepentingan pribadi. Hendropriyono juga membantah telah diperintahkan oleh SBY untuk memata-matai lawan politik SBY. Dia hanya menjalankan tugas untuk memata-matai hal-hal yang bersifat mengancam keutuhan negara saja. Menurutnya, reaksi pemerintah terlalu berlebihan menanggapi pemberitaan tersebut. "wikileaks itu bersifat informatif. Tidak berdasarkan inteligen. Berita seperti itu dibiarkan saja. Berita tersebut akan kerdil sendiri nantinya."

Untuk membaca berita aslinya, klik link dibawah:
frontpage the age March 11, 2011

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright (c) 2010 makassarfornia. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.